Senja Sayang

bseeYuli Ury

Sentuhan molekul dari senyum simpulmu, Bang.

Nyaris mengutukku menjadi patung Putri Roro Jonggrang

Tersekap dalam kebisuan rindu yang teramat pasang

Membuatku tak pernah berhenti merajut hatiku pada hatimu dengan sulam sutra sayang

Mencoba bertahan menampik sang kumbang yang tak jemu datang

Tuk menjamah keindahan yang terlukis pada bungaku yang sedang kembang

Kuharap sayangku ini kau sambut dengan sayangmu pula, Bang.

Jernihnya air yang senantiasa menampakkan keelokan aliranya

Seperti itu pula kumelihat beningnya pandangan matamu

Sejuknya angin yang berhembus di padang sabana

Seperti itu pula kumerasakan bijaknya limpahan kata kasihmu

Masih pada sayang yang sama

Setelah sekian lama kau menghilang

Tertelan badai kedurjanaan Raja Rahwana

Hingga batinku terkoyak remuk berdarah-da...

lanjutkan baca

Berkreasi Lewat Puisi

Berkreasi Lewat Puisi

Judul Buku      : Apresiasi Puisi
Penulis             : Tiorida Samosir
Penerbit           : Yrama Widya, Bandung
Tahun Terbit    : 2013
Tebal Buku      : 144 halaman
Resensator       : dsazzakiyyah

Karya sastra merupakan sarana yang bisa membantu manusia terhubung secara lebih sadar dengan intelegensia abadi dalam hati. Sastra menggeser hadirin dari kepala ke nurani mereka, beranjak dari logika menuju ke penglihatan yang jernih melampaui persepsi menuju visi, dan mengatasi keduniawian menjadi kesejatian. (Robert Holden). Demikianlah kutipan yang ada di sampul buku berjudul Apresiasi Puisi karya Tiorida Samosir...

lanjutkan baca

Tarian Kehidupan

Tarian Kehidupan

@pra_math (26/09/2014)

Duhai engkau kehidupan

menjalar kesetiap sendi-sendi makhluk tuhan

Di tangisi pilu bila menyakitkan

Tercampakan bila hadirkan senyum tuan

Apakah kau perduli?

terus saja kau bawakan tarian kehidupan

Duhai kau yang disakiti kehidupan

Bermuram durja mengutuk takdir

takdir yang selalu luput dari keinginan

menikam hati yang tersisa

Lupa bahwa ini tarian kehidupan

Saat kau genggam hati erat-erat

takut tarian kehidupan merusaknya

sungguh kaulah perusak paling nyata

Biarlah organ daun waru itu bebas

merasakan yang seharusnya dia rasa

hanya itu yang membuat semakin kuat

karena sungguh,

Tarian kehidupan tak kan pernah berhenti

Dia terus menari hingga ujung jalan

kadang indah, kadang membosankan

Apapun tariannya lapangkan hati menerima

Hadapi !

Satu ta...

lanjutkan baca

APAKAH IMPIANKU HARUS TERGADAIKAN

APAKAH IMPIANKU HARUS TERGADAIKAN

Oleh : Nur Faizah

            Hari ini adalah hari dimana umurku bertambah 1 tahun, kini Aku mulai menjadi wanita yang benar-benar akan menginjak dewasa. Di usiaku yang baru saja menginjak 18 tahun ini, membuatku harus berfikir lebih keras dalam mencapai cita-citaku. Dan sekarang Aku bingung sekali, setelah lulus SMA ini Aku harus melanjutkan belajar dimana. Kuliah itulah impianku, tetapi Aku tahu kedua orangtuaku tak punya biaya untuk kuliahku. Aku beserta adik-adik dan kakak-kakakku memang hanya bisa sekolah sampai SMA saja, itu yang sering kedua orang tuaku katakan ketika kami semua sedang berkumpul. Namun, Aku berharap tidak demikian untukku. Yang ada difikiranku hanya ingin menuntut ilmu, bagiku biaya bukan menjadi tantangan untukku...

lanjutkan baca

SUJUD RINDU

bsee

Oleh: Nur Kaokabuddin

Senyap. Tak teraba sendi-sendi kehidupan yang kurasakan dalam dunia baru malam nan kelam ini. Bertengger diatas sana, atap langit hitam dengan bingkaian gemintang yang merangkai alam— begitu ayu, seakan membentangkan kedamaian. Tapi kedamaian itu tak terasakan olehku, karena aku sendiri terpaku dalam dunia baru yang aku tak tahu nyata atau hanya sekedar khayalan.

Aku bertasbih, merundukan kepala dalam ketakutan yang mendera. Berharap ini semua hanya meta atau mimpi burukku saja. Otakku terombang-ombing dalam ketakutan, tak tersapa slide-slide menanyangkan emosi dalam pikirku. “Ya Rabb, apa makna dari semua ini, bukankah aku tadi bersimpuh pada-Mu dalam sujud ku? Tapi kenapa semua berubah?” Tanya hatiku dalam kebodohan.

Aku terus berdiri termangu, pun bibir ini m...

lanjutkan baca

Secerca Kehidupan Sudut Jalan

bsee

@pra_math (26/09/2014)

 

Di sudut jalan

Ada bongkahan kehidupan yang ku lupakan

Bahkan tak pernah kurasa sendiri

Tangannya menengadah ke langit

Bibirnya bergetar membisikkan doa-doa

Janji-janji kehidupan

mengais koin demi koin pengharapan

 

Adapula yang masih gagah menggurat aspal

Dengan kaki tanpa alas

Pun tubuh tanpa sehelai benang

Depresi terkena tarian kehidupan

Direndahkan oleh makhluk pelupa

Padahal kau penghuni firdaus

Sedang mereka yang menertawakanmu?

 

Tapi yang lebih indah dari sudut jalan

Ku temukan mawarku disana

Mawar yang tangkainya berduri

Pun hilang durinya terbasuh lembaran hijau,merah sejenisnya

Lagi-lagi koin kehidupan

 

Ku pandangi wajahnya

Guratanya tertutup bedak tebal merek pasaran

Bibirnya terpoles warna menantang

Merah menyala..

Simbol keberanian

Tawanya ge...

lanjutkan baca

Goresan Tinta dalam Kegelapan

bsee

Oleh : Nur Faizah

Gemerincik hujan yang turun sejak sore tak kunjung terhenti. Letupan-letupan keras petir belum juga tenang. Semilir angin masih betah menari-nari di sekitar pelupuk mataku. Tak ada yang bersuara bahkan bergeming, yang terdengar hanyalah suara rintik hujan di atap genting. Gelap gulita, hanya sesekali cahaya petir yang terlihat.

Aku tetap berdiri mematung di balik jendela. Mataku menerawang keluar, sembari mengusap air mata yang terus membasahi pipi yang dingin tersentuh angin hujan. Kalau saja bulan dan bintang sedang berbaik hati pada bumi pertiwi, pastilah tak ada air mata. Namun, 2 hari belakangan ini langit hanya mengencingi bumi pertiwi. Sepertinya ia sedang bersedih, seperti sedihnya hatiku...

lanjutkan baca

Kenangan Tuli

bsee

 

Bingkai perasaan rindu

Menggetarkan sukma kesepianku

Menimbun segenggam batu

Membangunkan air dalam bejanaku

Dan kini ku sadari

Kata – kata itu telah mati

Terkikis sudah menepis hati

Menyapa langit bersemikan ilusi

Bukan maksudku berlari pergi

Menghapus semua kenangan tuli

Namun ku takut terjebak halusinasi

Meruntuhkan sipu dalam dada ini

 

 

 

 

By : Tadris Biologi Semester 3

 

lanjutkan baca

Setitik embun pada rumput

bsee

(rumput)
Gulita disana, kulihat gurat senyum tipis manis darimu
Indah,…
Menanti kisah baru yang selalu kau bawa
Detak jantungku kini serasa berlomba-lomba
Memenangkan nasib baik atau buruk darimu
Relungku kosong
Gundah akan tak kebermunculanmu

(embun)
Ketika malam membisikkan angin rindu darimu
Mataku tak ingin terkatup, rasanya
Aku rindu fajar yang menyapa
“selamat pagi embun”
Karenanya aku datang padamu, rumput

(rumput dan embun)
Biarkan mentari selalu hadir dalam perjumpaan kami
Sinarnya tak menjemput rasa dalam hati
Dia hanya ingin berkisah pada bumi
Kebersamaan tidak ada yang abadi
Senandung pena Yuliana Ury
Bukit walisongo, 14 november 2014

lanjutkan baca

Hipnosiana

bsee

Oleh: Nur kaokabbuddin

Gerak-gerik matanya dalam menatap segala apa yang ada disekelilingnya bebas dari pengaruh, sebagaimana adanya. Natural. Mata yang seolah menyihir kesemua kala memandang mata segarnya, membuat hati terteduh dalam kubangan aura kesejukan. Jernih. Pipi mulus serupa tomat yang bergelantung di pohonnya bermandikan embun menggoda ke setiap bibir menyiasatkan untuk mencumbunya. Wajahnya belum tergores secuil pun oleh tinta-tinta hitam para setan yang berjaga. Senyum dari mulut mungilnya yang siapa saja melihat kebahagiaannya, dipastikan terhipnotis untuk memeluk erat tubuhnya.

Seperti aku. Aku terhipnotis olehnya. Mujarab. Sugestinya menginginkan aku untuk bisa bersamanya selalu. Sampai ia tumbuh dewasa mengarungi kehidupan yang penuh dengan benalu...

lanjutkan baca
lklll